Biaya Tol palembang prabumulih adalah sebesar 112.000 ( 2 Juli 2024)
Selasa, 02 Juli 2024
Selasa, 18 Juni 2024
Merawat mobil matic cvt
Copy paste dari grup facebook mobilio CVT Mobilio rawan rontok ?
Mobilioku E-CVT Maret 2014, KM sebagaimana terlihat di photo, masih aman sampai sekarang (belum.ada keluhan dan terakhir ganti oli CVT tidak menemukan serpihan di baut tutup drain oli).
Sejauh ini berikut kebiasaan yang saya lakukan:
1. Setiap hendak operasikan mobil, hidupkan pada posisi P, pindahkan tuas dan panaskan pada posisi N, pastikan rem tangan terpasang tunggu hingga RPM dibawah 800 (begitu hidupkan mobil biasanya RPM diatas 1000) hal itu juga bertujuan memastikan bahwa oli mesin dan oli transmisi telah tersirkulasi. Ingat, CVT berfungsi baik bila tekanan oli transmisi sudah cukup.
2. Injak gas halus dan "diurut", matic apalagi CVT tidak boleh kasar main gas (jangan sentak kayak pembalap), harus halus.
3. Ketika macet atau lampu merah jika akan berhenti diatas 15 detik, saya selalu pindahkan tuas dari D ke N.
4. Ditanjakan maupun turunan panjang, jangan bertahan di D, pindahkan tuas ke S.
5. Ketika hendak parkir, pastikan mobil sudah berhenti, baru kemudian lakukan perpindahan tuas (baik dari D ke R bila mau mundur maupun dari R ke N), jangan seperti mobil manual belum berhenti langsung injak kopling pindah tuas.
Matikan mesin injak rem pindahkan tuas ke P.
6. Ganti oli CVT (HCF-2) menurut buku manual setiap 40.000 KM, saya kadang 30.000 kadang 35.000.
Terbukti sudah 10 tahun (dulu indent lho untuk beli E-CVT) dan sekarang KM sudah 204112 namun belum ada kendala bahkan keluhan terkait CVT. So...don't worry, be happy.
Salam dari pemilik mobilio tua.
Sabtu, 15 Juni 2024
Cara menghilangkan bekas lem emblem mobil
Copy dari komen facebook
Ada 2 noda disitu.
1. Bekas lem
2. Bekas air (water spot) yg salah kaprah disebut jamur.
Noda lengket macam lem, getah pohon, badan serangga, bekas stiker, aspal, cat laen yg nempel, dll. Pake cairan dengan base petroleum macam bensin atau solar. Tp terlalu keras. Ada obat khusus yg lebih lembut namanya Tar&Bug Remover. Kondisi permukaan tidak panas, oles atau semprot, biarkan 30sd60 detik, usap (jangan ditekan), siram air yg banyak. Ulangi bila perlu.
Water spot dihilangkan dengan cairan yg bersifat asam, cairan yg biasa dipakai Water Spot Remover. Cara pakai sama, tp lebih baik diencerkan dengan air dulu, 50% lah. Kl kurang kuat ya nda usah campur air. (Jangan diaplikasikan ke kaca. Kl kaca pake pasta dengan kandungan Cerium Oxide). Setelah bersih akan ada sedikit beda warna, selesaikan dengan polish compound, jangan rubbing compound.
Senin, 05 Juni 2023
mengatasi batu ginjal
*Tuhan Maha Adil*
🤔Orang kaya,
mengatasi batu ginjal sampai harus ke Amerika.
Ini pengalaman
pak Dahlan Iskan
yang ditulis hari ini dalam Disway.id.
😉Orang miskin,
cukup dengan minum "Air Kelapa Hijau".
Tokcer. Segar, lezat dan ampuh.
Batu ginjal luruh berkeping-keping seperti gamping disiram air.
Lalu keluar deras bersama air kencing.
Ini pengalaman saya dan entah berapa banyak yang sudah membuktikan.
Sebetulnya sebagian tulisan ini adalah komentar saya atas tulisan pak Dahlan yang dishare hari ini.
Gara-gara ini ada beberapa teman yang inbox minta resepnya.
Baiklah. Sebelumnya ijinkan saya berkisah dulu.
Pada tahun 2001,
sore Maghrib itu,
saya mengalami sakit yang luar biasa saat buang air kecil.
Mampet. Panas dingin menahan sakitnya.
Air kencing sampai berdarah.
Ternyata itu yang disebut batu ginjal.
Sebelumnya saya hanya melihat kakak saya sampai menangis menderita hal yang sama.
Setelah mencoba berbagai obat dan tidak mempan, kakak saya itu akhirnya mendapat resep jitu.
Resep para leluhur.
Dengan resep tersebut, saya sembuh.
Tidak pakai lama. Minum habis Maghrib, di pagi subuh saat buar air kecil mak byooor.
Amazing tenan.
Beberapa tahun berikutnya, saat mudik lebaran, ada kerabat yang bercerita kalau mau operasi batu ginjal.
Rasa sakit dia rasakan makin sakit saja.
Itu karena ditambah dengan memikirkan biaya operasinya.
Saya katakan:
"Tenang. Nggak usah cemas".
Lalu saya berikan resep ampuh pemusnah batu kristal itu.
Lebaran tahun berikutnya, ia bercerita dengan penuh suka cita.
Resep yang saya berikan itu telah membebaskan dia dari meja operasi. Kisah itu pun viral di desa sana.
Begitulah.
Setiap ada yang menderita batu ginjal, saya berikan resep ini. Entah sudah berapa banyak orang.
Dan sejauh ini belum ada yang gagal.
👉🏼Nah...Ini dia...
resep mujarab penghancur batu ginjal itu.
Silahkan petik, manjat pohonnya atau
beli kelapa hijau di pasar.
Biar tidak repot mintalah penjual sekalian memangkas bagian sabutnya sebanyak mungkin (sabut tinggal sedikit di batok/tempurungnya) agar nanti mudah memasaknya.
Oh iya....
Anda harus paham.
Yang namanya kelapa hijau asli,
sabutnya justru berwarna merah.
✍🏽Caranya :
Masaklah air di panci hingga mendidih. Setelah mendidih matikan kompor.
Kemudian masukkan kelapa hijau itu utuh ke dalam panci berisi air mendidih itu.
Lalu tutup.
Diamkan selama 10 menit.
Selama 10 menit itu, silahkan dibolak-balik posisinya agar merata.
Setelah itu,
angkat kelapa hijau dari panci.
Segera lubangi ujung atas kelapa itu dan tuangkan airnya ke dalam gelas.
Sekarang minum airnya.
Rasanya sungguh lezat dan segar. Setelah itu, silahkan tidur.
Saat terbangun di pagi subuh,
Anda akan terasa ingin buang air.
Kini warna air kencing itu bukan coklat atau kuning lagi.
Tetapi berwarna serperti air susu.
Itu adalah batu ginjal yang sudah hancur.
Lakukan hal itu maksimal tiga kali saja.
Pengalaman saya, dengan dua kali minum, batu itu sudah hilang.
🤝Wassalamu'alaikum warahmah
Cak Us-Borneo🙏🏼
👌🏼Kawan-kawan...
Jangan cuma di baca sendirian saja yaa tapi ....
Mohon bantuannya untuk di re-share ke kawan2 yang pian cintai.....
_Semoga Bermanfaat._!!!!
🤝👌🏼👍🏼💐💪🏼
Selasa, 02 Mei 2023
Tips Sederhana
T͟I͟P͟S͟ S͟E͟D͟E͟R͟H͟A͟N͟A͟*
Oleh dr.H.Helmi Djafar, DTPH
dokter senior Kaltim. Usia 90 tahun, masih sehat walafiat. Berada di Jakarta komplek Ancol Jakarta utara, adalah sbb :
1. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ j͟a͟n͟t͟u͟n͟g͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ k͟e͟l͟e͟b͟i͟h͟a͟n͟ g͟a͟r͟a͟m͟.
2. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ h͟a͟t͟i͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟a͟n͟ b͟e͟r͟l͟e͟m͟a͟k͟.
3. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ p͟e͟r͟u͟t͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟a͟n͟ d͟i͟n͟g͟i͟n͟.
4. J͟i͟k͟a͟ A͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ u͟s͟u͟s͟, g͟a͟n͟t͟i͟ j͟u͟n͟k͟ f͟o͟o͟d͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟a͟y͟u͟r͟a͟n͟
5. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ p͟a͟n͟k͟r͟e͟a͟s͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟ k͟e͟n͟y͟a͟n͟g͟.
6. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ G͟i͟n͟j͟a͟l͟, m͟i͟n͟u͟m͟l͟a͟h͟ b͟a͟n͟y͟a͟k͟ a͟i͟r͟ d͟i͟ s͟i͟a͟n͟g͟ h͟a͟r͟i͟, m͟i͟n͟u͟m͟ l͟e͟b͟i͟h͟ s͟e͟d͟i͟k͟i͟t͟ a͟i͟r͟ d͟i͟ m͟a͟l͟a͟m͟ h͟a͟r͟i͟, k͟o͟s͟o͟n͟g͟k͟a͟n͟ k͟a͟n͟d͟u͟n͟g͟ k͟e͟m͟i͟h͟ a͟n͟d͟a͟ s͟e͟b͟e͟l͟u͟m͟ t͟i͟d͟u͟r͟.
7. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ O͟t͟a͟k͟, t͟i͟d͟u͟r͟l͟a͟h͟ s͟e͟l͟a͟m͟a͟ d͟e͟l͟a͟p͟a͟n͟ j͟a͟m͟.
8. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ j͟i͟w͟a͟, m͟i͟l͟i͟k͟i͟ h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ akrab d͟e͟n͟g͟a͟n͟ S͟a͟n͟g͟ P͟e͟n͟c͟i͟p͟t͟a͟, A͟l͟l͟a͟h͟ Y͟a͟n͟g͟ M͟a͟h͟a͟ K͟u͟a͟s͟a͟.
H͟i͟d͟u͟p͟ i͟t͟u͟ s͟e͟d͟e͟r͟h͟a͟n͟a͟,
y͟a͟n͟g͟ r͟u͟m͟i͟t͟ i͟t͟u͟ p͟i͟k͟i͟r͟a͟n͟ k͟i͟t͟a͟.
H͟i͟d͟u͟p͟ i͟t͟u͟ m͟u͟r͟a͟h͟,
y͟a͟n͟g͟ m͟a͟h͟a͟l͟ i͟t͟u͟ g͟e͟n͟g͟s͟i͟ k͟i͟t͟a͟.
M͟a͟r͟i͟l͟a͟h͟ k͟i͟t͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ p͟a͟n͟d͟a͟i͟ b͟e͟r͟s͟y͟u͟k͟u͟r͟.
9. J͟i͟k͟a͟ A͟n͟d͟a͟ p͟e͟d͟u͟l͟i͟ p͟a͟d͟a͟ k͟e͟l͟u͟a͟r͟g͟a͟/t͟e͟m͟a͟n͟, b͟e͟r͟i͟t͟a͟h͟u͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ t͟i͟p͟s͟ i͟n͟i͟.
S͟e͟m͟o͟g͟a͟ B͟e͟r͟m͟a͟n͟faat..
Salam Semangat
ZONA NYAMAN DALAM KESENGSARAAN
Pada suatu hari, seorang murid bertanya kepada gurunya tentang bagaimana caranya agar keluar dari kehidupan rata-rata atau miskin dan menuju kehidupan yang bahagia dan kaya-raya.
Sang Guru menjawab,
"Cariah suatu daerah yang paling miskin, dan di daerah itu, carilah rumah yang paling jelek, rumah orang termiskin."
Setelah beberapa hari, akhirnya sang murid mendapatkan daerah itu, kemudian dia dan gurunya menuju ke rumah tersebut, dan mengetuk pintu.
Sang empunya rumah membukakan pintu dan bertanya,
"Ada perlu apa Tuan-tuan?"
Sang Guru menjawab,
"Bolehkah kami bermalam di rumahmu, karena kami kemalaman?"
"Boleh, silakan, tapi rumah kami sangat sempit, tapi kalau tuan-tuan mau silakan .... ",
demikian kata sang empunya rumah.
Akhirnya, sang guru dan murid pun masuk ke dalam rumah. Alangkah terkejutnya mereka mendapati isi rumah tersebut. Di sana ada delapan orang penghuni!
Kedua orangtuanya, dia, istrinya, dan keempat orang anaknya!
Tampang penghuni rumah ini begitu dekil, tubuh mereka kurus-kurus.
Belum lagi kondisi rumah yang sangat memprihatinkan. Dinding hampir roboh dan atapnya bolong-bolong! Benar-benar gambaran kemiskinan dan kekurangan yang sempurna!
Setelah banyak ngobrol dengan pemilik rumah, mata sepasang guru dan murid berkeliling menjelajah semua isi rumah itu. Sungguh tidak ada barang berharga. Namun, di bagian belakang, mereka menjumpai hal yang mengagetkan!
Keluarga ini memiliki seekor sapi! Pemilik rumah pun menceritakan bahwa sapi inilah satu-satunya yang diandalkan mereka. Kegiatan sehari-hari mereka memberi makan sapi, mencarikan rumput, memberikan air, mengikat, dan memerah susunya!
Sekalipun hasil susu sangat sedikit dan tidak bisa mencukupi seluruh keluarga, memiliki sapi juga merupakan salah satu kebanggaan keluarga ini.
Pada pagi harinya, guru dan murid hendak pulang. Tiba-tiba sang guru mendekati sapi itu, dan mengeluarkan goloknya yang sangat tajam!
Sang murid sangat bingung dan menanyakan apa yang akan dilakukan gurunya. Ternyata sang guru tiba-tiba menebas leher sapi dengan sekali tebas sehingga sapi tersebut mati tanpa suara! Sang murid sangat kaget melihat pemandangan kejam itu dan bertanya kepada gurunya,
"Apa maksud tindakan kejam Guru?" Sang guru tidak mau menjawab pertanyaan itu. Dia mengajak sang murid segera pergi darl daerah itu! Sepanjang perjalananan, sang murid terus menanyakan hal itu kepada gurunya, tetapi gurunya tetap tidak pernah menjawab!
Hari demi hari sang murid terus bertanya-tanya tentang hal itu dan sang guru pun tidak pernah menjawabnya. Akhirnya bulan berganti bulan dan lewatlah satu tahun dari peristiwa itu!
Suatu hari sang guru menjemput muridnya dan mengajak ke tempat orang miskin, pemilik sapi yang sapinya telah dibunuhnya!
Sang murid menuruti ajakan gurunya. Mereka pun pergi ke daerah miskin itu kembali. Setelah sampai mereka mendapati tidak ada yang berubah dari daerah itu. Tetap kumuh, tetap miskin!
Hanya, mereka tidak menemukan rumah yang dulu mereka kunjungi. Di bekas tempat rumah yang dulu mereka kunjungi, sekarang berdiri bangunan baru yang mewah!
Sang guru mengetuk pintu rumah itu dan alangkah kagetnya sang murid, ternyata orang yang membukakan pintu rumah itu adalah orang yang membukakan pintu rumah yang dulu!
"Boleh kami masuk, untuk sekadar berteduh dan sekedar berbincang bincang?" tanya guru kepada sang empunya rumah.
"Silakan Tuan-tuan. Dengan senang hati ... ", jawab sang empunya rumah.
Sang murid bertanya kepada yang punya rumah, "Tuan, bagaimana bisa, dulu Anda tinggal di rumah paling jelek di daerah ini, tapi sekarang Anda tinggal di rumah paling mewah di daerah ini?"
Kemudian pemilik rumah menceritakan dari awal kepada kedua orang ini.
"Kalian tahu, pada saat kalian pulang dulu dari rumahku, sapiku, sumber satu-satunya hidup kami, dibunuh orang, entah apa alasan orang itu membunuh sapiku! Kami sangat terpukul, sangat menderita, sengsara untuk beberapa lama, karena sapi itulah satu-satunya yang kami andalkan untuk hidup kami semua! Namun, akhirnya aku sadar, kami sadar, bahwa lama-lama bersedih tidak menghasilkan hal baik, justru memperburuk keadaan kami.
Kami pun mulai menanami kebun di belakang rumah kami dengan tanaman-tanaman yang bisa kami makan. Kami makan dari situ dan jika ada lebihnya kami jual kepada tetangga. Kami mendapatkan uang untuk membeli bibit lagi. Kami terus menanam, sehingga kami bisa lebih banyak lagi menjual kepada tetangga-tetangga kami.
Hingga kami bisa menghasilkan uang yang terus bertambah dari hari ke hari.
Kaian tahu betapa senangnya kami, akhirnya bisa membeli baju baru dan lain sebagainya. Kalian lihat rumah kami sekarang, ini juga kami bangun dari uang yang kami hasilkan ... "
Sang murid begitu hanyut dalam cerita itu. Sementara itu, sang guru tetap diam.
Setelah sekian lama berbincang bincang, akhirnya guru dan murid itu mohon diri. Dalam perjalanan pulang sang guru bertanya kepada murid,
''Apakah kematian sapi itu yang membawanya kepada kekayaan dan kebahagiaan?"
"Ya'~ jawab sang murid dengan semangat!
''Apakah kalau sapinya tidak kubunuh, kira-kira mereka bisa kaya dan bahagia seperti sekarang?",
Tanya gurunya lagi!
"Mungkin tidak'~ jawab muridnya!
Akhirnya sang guru mengakhiri obrolannya dan mengatakan, ini lah yang disebut
#ZONA_NYAMAN_DALAM_KESENGSARAAN
Hanya dengan membunuh "sapimu" kamu bisa kaya, bahagia, dan sejahtera."
Demikian cerita ini kuakhiri! Sekarang giliran Anda untuk segera membunuh "sapi" Anda!
Hanya dengan membunuh sapi-sapi Anda, Anda akan mulai bisa bahagia dan sejahtera!
Apa sapi Anda?
Sapi ini mewakili kemelekatan negatif seperti
- mental block
- kemalasan,
- banyak alasan,
- kebodohan,
- kelambatan,
- ketidak tegasan,
- kerakusan,
- penundaan,
- ketidak tepatan waktu,
- kebebalan,
- kecurangan,
- keluh-kesah,
- kesombongan,
- hobi yang berlebihan,
- kebiasaan buruk,
- kecanduan,
- keyakinan yang keliru,
dan hal negatif lain yang melekat pada diri Anda!
Ada pertanyaan yang harus anda jawab
Apakah anda mau menunggu sekarat dulu baru merubah mind set..?
Lakukan ini sekarang juga agar hidup Anda mulai berubah, menjadi kaya dan sejahtera!
1. Renungkan, pikirkan, dan temukan sapi Anda dan bunuh saat ini jugia!
2. Mulai menghasilkan uang! Sederhanakan cara menghasilkan uang Anda, miliki produk atau jasa, berikan nilai lebih atau bedanya produk atau jasa Anda dengan saingan Anda
3. Pasarkan dengan cerdas, marketing-kan dengan cerdas, disipilin, dan hebat!
Selamat datang pada kehidupan Anda yang baru!
Selamat datang dalam kebahagiaan dan kesejahteraan hidup!
#Copas_pagi
Sumber: milist
Sabtu, 15 Oktober 2022
Buat sim baru a & c
Buat sim baru
A & C1. Kir dokter : 100 k ( 2)
2. Cetak poto : 4 lembar : 4 k
3. Ktp : 2 lembar : 1 k
4. Map biru : 2 bh : 2 k
5. Bayar bank : 220 k
= 327 k
= 450 k
= 550 k
= 1.327 k